Insight

TIPS TRAINING SAAT PANDEMI

By OSA CONSULTING | 30 June 2020

Saat pandemi melanda Indonesia, segalanya berubah. Pelatihan karyawan yang membutuhkan ruang untuk berkumpul dan belajar menjadi terhambat. Pembatasan jarak, pembatasan ruang, dan aturan karantina, menjadi kesulitan tersendiri untuk bisa melakukan training. Beberapa perusahaan yang memberikan privilege berupa budget yang tinggi terpaksa harus menurunkan budgetnya, beberapa perusahaan lain yang tidak memiliki privilege tersebut juga harus menghentikan program trainingnya.

Lalu bagaimana training ini bisa tetap berjalan dan bermanfaat bagi karyawan?

1.      Keep Motivated

Sebagai HR sangat penting untuk kita terus termotivasi. Bagaimana kita mampu memotivasi karyawan untuk belajar jika dari diri kita sendiri tidak memiliki motivasi tersebut? Maka motivasi diri kita untuk bisa memotivasi karyawan agar mau belajar

Divisi HR terlebih lagi tim learning, tidak dinilai hanya sekedar dari berapa jumlah learning yang telah diikuti. Tetapi apakah pelatihan yang diberikan kepada karyawan memiliki dampak yang baik bagi karyawan itu sendiri dalam melakukan pekerjaannya dan juga bagi organisasi.

2.      Be Creative

Terbatas bukan berarti tidak bisa. Ada banyak cara agar kita bisa tetap melakukan program training yang sudah dibuat. Di sinilah tantangan sebagai HR untuk mampu berkreasi. Contohnya seperti merubah program offline menjadi online, materi pelatihan tidak hanya berupa power point tetapi bisa diubah menjadi bentuk video yang lebih menarik.

Tidak hanya itu, sebagai HR juga harus mampu melihat demografis karyawan. Jika perusahaan Anda memiliki banyak karyawan millennial, platform digital bisa menjadi alat yang efektif untuk memuat modul training. Dari YouTube, Instagram hingga Tik-Tok. Tentu sebelumnya kita melakukan riset terlebih dahulu training apa yang cocok di platform tersebut, ada fasilitas apa saja yang disediakan oleh platform tersebut, dan trend apa yang bisa dikoneksikan dengan training yang kita buat.

3.      Benchmarking and Research

Kita mungkin akan kebingungan pada prosesnya, maka dari itu penting bagi HR juga bisa melakukan benchmark dengan perusahaan lain. Dengan cara apa mereka memberikan pelatihan, webinar seperti apa agar peserta tidak jenuh, dan program-program apa yang diberikan agar karyawan tetap produktif dan efektif. Setelah selesai mencari tahu apa yang perusahaan lain lakukan, kita buat program-program yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan kita.

Program yang bisa diberikan tidak hanya tentang program teknikal kompetensi perusahaan, tetapi juga bisa melakukan program yang dinamis. Kenapa hal itu perlu? Karena well-being karyawan itu penting. Program yang dilakukan bisa sharing session, gym class, counseling, dsb, yang tentunya dilakukan secara online.

4.      Networking and Collaborating

Saat budget terbatas tentu kita kebingungan bagaimana menghadirkan pembicara atau trainer untuk program yang sudah kita buat. Maka networking dan collaborating ini penting untuk dimiliki oleh seorang HR. Dengan dua hal tersebut, akan sangat memudahkan kita agar bisa mencari pembicara atau trainer yang bisa memberikan ilmunya dengan budget yang kita sesuaikan bahkan tidak mengeluarkan budget sedikit pun alias GRATIS.

 

Tantangan yang kita hadapi sekarang bisa dengan baik kita atasi bersama saat kita mampu maintain tiga hal penting, yaitu diri kita sendiri, tim kita dan organisasi. Ditambah lagi, kita harus fokus pada manfaat yang bisa kita berikan untuk orang lain. Dengan itu, kita bisa memiliki konsistensi dan konsentrasi yang tinggi dan melakukannya dengan sepenuh hati.